"Allahumma Sholi alaa Sayyidina Muhammad, Wa aliihi wa shahbihi Wa salim"
Bismillah...
Alhamdulillah,
sebentar lagi akan memasuki 12 Rabiul Awal (tepatnya selasa, 14 Januari 2014) yang sudah kita
ketahui tanggal tersebut merupakan waktu
kelahiran manusia istimewa, manusia pembawa rahmat Allah dan manusia yang Allah
mencintainya dan ia pun mencintai Rabb-nya. Lahirnya manusia yang NURnya pun sudah
ada sebelum penciptaan Adam bahkan sebelum penciptaan semua makhluknya. Begitu
istimewanya, bahwa Allah menyandingkan namanya dalam kalimat tauhid “Laillaha
illallah, muhammad rasulullulah”. Maka tidak heran, orang-orang yang
mencintainya (Nabi Muhammad SAW) serta orang-orang yang sedang berusaha memperdalam
cintanya untuk manusia istimewa itu sangat mencintai tilawah, dzikir, dan juga
sholawat. Karena, seseorang yang mencintai orang lain maka dia akan mengikuti hal-hal
orang yang dia cintai lakukan agar orang yang dicintainya memperhatikannya.
Inilah salah satu pembuktian cinta umat kepada Nabi-Nya dengan mengikuti setiap
perbuatan yang beliau (Nabi Muhammad SAW). Dan juga, siapapun yang mengaku
mencintai Allah apakah tidak mencintai makhluk yang Allah pun sangat
mencintainya?. Banyak para ulama yang begitu mencintai Rasulullah sampai membuat
syair-syair istimewa untuk manusia yang dicintainya. Dengan bahasa sastra
sederhana maupun bahasa yang rumit. Bisa dibilang salah satu cara mereka
meluapkan kerinduan untuk manusia istimewa itu yaa dengan cara membuat syair
pujian ataupun sholawat. Membaca maulid merupakan cara lain untuk menunjukkan
bukti cinta. Sebenarnya tidak ada hal-hal yang menyimpang sedikitpun dari
bacaan maulid, karena jika kita mau mempelajarinya maulid merupakan untaian
kata yang menggambarkan kelahiran Rasulullah SAW. Mungkin, hanya saja bahasanya
yang tidak sederhana dan penuh sastra.
Bukan zamannya menolak
sesuatu tanpa kita lihat dulu hal itu baik atau tidak. Insya Allah kita adalah
umat yang sudah terlepas dari masa jahiliyah (masa-masa kebodohan). Semoga kita
semua tahu benar akan hal itu. Oleh karena itu, disini hanya ingin menshare
beberapa maulid yang sering dibaca diberbagai majelis.
a.
Maulid Diba, Karangan al-Imam Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Umar bin Ali bin
Yusuf bin Ahmad bin Umar Ad Diba`i Asy Syaibaniy, beliau juga dikenal dengan
julukan Ibn Diba`
b.
Maulid Simtudhurar, Karangan Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin
Muhammad bin Husin Al-Habsyi
c.
Maulid Barjanji, Karangan Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul
Karim bin Muhammad Al – Barzanji
d.
Maulid Adh-Dhiya’ulami, Karangan AL-Habib Umar bin Muhammad bin Salim
bin Hafidz ibn Syaikh Abibakar bin Salim.
Maulid-maulid diatas
mempunyai kisah yang luar biasa dibalik penulisannya. Semoga Allah memudahkan
hati kita dan membukakan jalan pikiran kita untuk senantiasa mau mengenal Maulid
dan juga pengarangnya. Karena sejujurnya, jika saya tuliskan tentang pribadi para ulama tersebut. Tulisan ini tak mampu menggambarkan seberapa besar
kecintaan mereka kepada Allah dan Rasulullah SAW.
"Allahumma sholi wa salim wa baarik 'alaihi"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar