Senin, 13 Januari 2014

Menjemput cinta-Nya dengan cinta Rasulullah SAW

"Allahumma Sholi alaa Sayyidina Muhammad, Wa aliihi wa shahbihi Wa salim"

Bismillah...
Alhamdulillah, sebentar lagi akan memasuki 12 Rabiul Awal (tepatnya  selasa, 14 Januari 2014) yang sudah kita ketahui  tanggal tersebut merupakan waktu kelahiran manusia istimewa, manusia pembawa rahmat Allah dan manusia yang Allah mencintainya dan ia pun mencintai Rabb-nya. Lahirnya manusia yang NURnya pun sudah ada sebelum penciptaan Adam bahkan sebelum penciptaan semua makhluknya. Begitu istimewanya, bahwa Allah menyandingkan namanya dalam kalimat tauhid “Laillaha illallah, muhammad rasulullulah”. Maka tidak heran, orang-orang yang mencintainya (Nabi Muhammad SAW) serta orang-orang yang sedang berusaha memperdalam cintanya untuk manusia istimewa itu sangat mencintai tilawah, dzikir, dan juga sholawat. Karena, seseorang yang mencintai orang lain maka dia akan mengikuti hal-hal orang yang dia cintai lakukan agar orang yang dicintainya memperhatikannya. Inilah salah satu pembuktian cinta umat kepada Nabi-Nya dengan mengikuti setiap perbuatan yang beliau (Nabi Muhammad SAW). Dan juga, siapapun yang mengaku mencintai Allah apakah tidak mencintai makhluk yang Allah pun sangat mencintainya?. Banyak para ulama yang begitu mencintai Rasulullah sampai membuat syair-syair istimewa untuk manusia yang dicintainya. Dengan bahasa sastra sederhana maupun bahasa yang rumit. Bisa dibilang salah satu cara mereka meluapkan kerinduan untuk manusia istimewa itu yaa dengan cara membuat syair pujian ataupun sholawat. Membaca maulid merupakan cara lain untuk menunjukkan bukti cinta. Sebenarnya tidak ada hal-hal yang menyimpang sedikitpun dari bacaan maulid, karena jika kita mau mempelajarinya maulid merupakan untaian kata yang menggambarkan kelahiran Rasulullah SAW. Mungkin, hanya saja bahasanya yang tidak sederhana dan penuh sastra.
Bukan zamannya menolak sesuatu tanpa kita lihat dulu hal itu baik atau tidak. Insya Allah kita adalah umat yang sudah terlepas dari masa jahiliyah (masa-masa kebodohan). Semoga kita semua tahu benar akan hal itu. Oleh karena itu, disini hanya ingin menshare beberapa maulid yang sering dibaca diberbagai majelis.
a.      Maulid Diba, Karangan al-Imam Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Yusuf bin Ahmad bin Umar Ad Diba`i Asy Syaibaniy, beliau juga dikenal dengan julukan Ibn Diba`
b.      Maulid Simtudhurar, Karangan Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi
c.       Maulid Barjanji, Karangan Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al – Barzanji
d.     Maulid Adh-Dhiya’ulami, Karangan AL-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz ibn Syaikh Abibakar bin Salim.

Maulid-maulid diatas mempunyai kisah yang luar biasa dibalik penulisannya. Semoga Allah memudahkan hati kita dan membukakan jalan pikiran kita untuk senantiasa mau mengenal Maulid dan juga pengarangnya. Karena sejujurnya, jika saya tuliskan tentang pribadi para ulama tersebut. Tulisan ini tak mampu menggambarkan seberapa besar kecintaan mereka kepada Allah dan Rasulullah SAW.

"Allahumma sholi wa salim wa baarik 'alaihi"


Minggu, 12 Januari 2014

friendship

dalam persahabatan, ngk bisa ditentukan siapa  pemimpin dan yang dipimpin (istilahnya "ketua" dan "anggota"). dan persahabatan ngk mencari hal seperti itu. bagi orang yang benar-benar tulus dalam hubungan persahabatannya, mereka tak pernah sedetikpun terbesit hal-hal konyol yang membuat jenjang status diantara pertemanannya karena semuanya sama, sama-sama menjadi pemimpin dan adakalanya menjadi yang dipimpin. bisa dibilang dalam persahabatanlah kita belajar untuk taat kepada Yang Maha Bersahabat dengan cara nasehat & menasehati.
menjadi PEMIMPIN jika kita menemui seorang sahabat melakukan suatu hal yang salah maka tugasnyalah membantu meluruskan kesalahannya itu. menjadi PEMIMPIN ketika tak membiarkan sahabatnya sendiri mengalami masa sulit. karena salah satu ciri pemimpin adalah mereka yang peduli terhadap orang yang ada disekelilingnya.
begitupun menjadi seorang yang DIPIMPIN ketika kita melakukan suatu kesalahan, lalu dia (sahabatmu) menegur kesalahan yang kamu perbuat. menjadi seorang yang DIPIMPIN yang ketika sedang terjatuh maka membutuhkan (sahabatmu) untuk menguatkan. Intinya dalam kamus persahabatan ngk kenal kata EGOIS :)


ngk akan pernah ada habisnya persahabatan yang dijalin dengan keikhlasan untuk saling nasehat menasehati

semoga kita bisa terus menjaga persahabatan yang indah, untuk mendapat kasih sayang dari  Tuhan Sang Maha Indah