03.30
Menanti hujan yang belum
ingin turun menemani
Mereka menyapaku dalam
sujud yang telah lama tak ku kenali
Damai menjadi saksi bahwa
lagi-lagi Allah Rabb-ku membuka jalan untukku kembali
Rasa sakit yang sebelumnya
menghampiri rupanya cara Allah memanggilku kembali
Dalam sujud yang rupanya
benar-benar dirindukan oleh hati
Bukankah luar biasa cara
Allah
Menegur bukan dengan
perkataan, tapi menegur dengan cara-Nya sendiri
Karena sejatinya musibah,
sakit, kegembiraan itu merupakan cara komunikasi Allah dengan hamba-hambaNya
Walau memang sedikit
sekali dari kita yang menyadari
Gembira dilewati sendiri
Sedih malah mencari
manusia menjadi penyembuh hati
Sakit mencari dokter yang
diharapkan mengobati
Bahkan sering sekali
mendzolimi kasih sayang yang Dia beri
Bahasa kasih sayang yang
begitu indah
Memberi tahu bukan untuk
menyakiti
Melainkan mengetuk pintu
hati,, menyadari...
Allah Rabb-ku entah,
adakah yang lebih baik dari-Mu?
Kurasa semua makhluk tahu
jawabannya
Hanya saja manusia sering
sekali tak peduli
Allah Rabb-ku entah,
adakah yang lebih lalai dari ku?
Pernah terpikir olehku
Bagaimana Dia membisikkan
kata rindu
Rindu meminta hamba-Nya
mengadu
Mungkin dari sebuah
masalah, penyakit, atau mungkin kegembiraan itu sendiri
Yang sebenarnya ingin
Allah Sang Rabbul ‘Alamiin tunjukkan
Dari jutaan cara yang Dia
miliki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar