Bengawan solo...
Senandung bahagia dipenghujung fajar
Kala semilir anginnya membawa kabar rindu
Dan alirannya mengajak kepada keteduhan jiwa
Sementara matahari mengintip dengan wajah merona
memancarkan kilauan cahaya
Semuanya menyapa, dan tak pernah berhenti memuji karunia
Sang Pencipta
Bengawan Solo...
Kala itu ketika rindu
telah menemukan jalannya
Waktu dia tersenyum padaku
Membisikkan alunan lagu
Rindu... Kala itu dia bilang tak ingin melepasku
Meneriakkan isi hati yang tlah tertanam untukku
Membangunkan lamunanku, mengajak hatiku untuk bersama dia
mencari ridho Sang Maha Cinta
Bengawan solo...
Ketika Tuhan menitipkan takdirNya diperbatasan senja
Aku tahu bahwa rencana Tuhan itu indah
Seindah saat pertemuan pertama kita
Kala tatap mata tak bersua membisikkan pesan cinta
menjadi saksi bisu atas rencana Dia Sang Pencipta
tentang kita yang tak lagi belenggu pada penghianatan
terhadapNya
Semilir anginnya mengantarkan pesan rasa
Mengalirkan sebuah kata
Dia bilang “dia cinta”
Bengawan Solo...
Jawaban untuk penantian panjang dalam sujudku
Menemukan dia yang memperlihatkanku jalan terang menuju
halalnya rindu
Sesederhana hati yang menyambut takdir Tuhan untukku
Sesederhana Tuhan menjawab Rindu
Dipenghujung fajar saat tasbih tak berhenti berseru
--- beberapa waktu yang lalu, ini salah satu puisi yang saya ikut lombakan. walaupun belum menang tapi senang bisa berkontribusi