Jumat, 06 September 2013

Menjadi Pemimpin yang Dirindukan

Respect itu ketika kesederhanaannya mampu menyejukkan orang-orang yang ada disekelilingnya. Ketika hal-hal kecil yang dilakukannya menempati hati orang-orang yang ada disekitarnya. Ketika orang-orang itu bisa mencintainya dan menghormatinya. Respect itu merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap hamba khususnya dimiliki oleh setiap pemimpin. Namun pada realitasnya, hari ini pemimpin seperti itu semakin sulit untuk ditemui. Entah semakin hilangnya orang-orang baik atau karena orang-orang yang memiliki jabatan dan kekuasaan tinggi menutupi keberadaannya.
Kini hanya tersisa para pemuda dan para orang tua yang berjuang  menggoreskan garis warna dalam membentuk negeri impian. Entah untuk tujuan yang sama atau untuk personal interests atau bahkan untuk kepentingan politik. entahlah, hanya mereka dan Allah yang tahu. Sejujurnya saya adalah seorang yang awam dengan ilmu-ilmu politik dan kepemimpinan. Namun yang saya lihat hari ini pemimpin kita seakan berlomba-lomba serta bangga dengan yang namanya KORUPSI, seorang pemimpin yang gila jabatan, pemimpin yang menjunjung tinggi perang untuk mendapatkan kekuasaan. Sehingga kini, yang terlihat bukan lagi pemimpin yang RESPECT namun pemimpin yang berlomba-lomba untuk melakukan kedzoliman. Namun bukan berarti tidak ada lagi pemimpin yang mampu mempertanggung jawabkan kepemimpinannya kepada rakyat dan juga kepada Tuhan mereka.

Dan inilah tugasku dan kalian sebagai pemuda bangsa untuk menghapus segala kedzoliman yang pernah pemimpin itu lakukan. Berusaha meluruskan niat, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, menempatkan kecerdasannya, tegas dalam suatu kebermanfaatan, serta bertanggung jawab  untuk menjadi calon pemimpin bangsa yang mampu mengabdikan diri kepada tanah air. Menjadi seorang pemimpin yang kepemimpinannya dirindukan oleh rakyat yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang kepemimpinannya mampu merangkul dan mengayomi seluruh rakyatnya. Menjadi seorang pemimpin yang dengan tegas menyatakan sesuatu yang salah itu salah dan sesuatu yang benar itu adalah benar. Karena Muhammad SAW sebagai seorang pemimpin ummat pernah berkata ”Demi diriku yang berada di bawah kekuasaan-Nya, kalaulah Fatimah binti Muhammad mencuri nescaya akan ku potong tangannya”. (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim. Beliau adalah contoh seorang pemimpin yang tidak pernah membedakan sesama manusia dengan keluarganya, maupun sahabat-sahabatnya. Sesosok pemimpin yang harus ditiru oleh setiap individu yang belajar menjadi seorang pemimpin yang RESPECT. Yang mampu dirindukan oleh orang-orang yang dipimpinnya.

juni 2013

Selasa, 03 September 2013

Lihat diri dan introspeksi lagi

Lihatlah apa yang akan terjadi Esok,,
baikkah??beruntungkah??sialkah??burukkah??
itu semua tergantung perlakuanmu terhadap Rabbmu
karena kamu ngk akan tahu apa yang terjadi besok,
kamu akan mendapat kebaikan dan keberuntungan jika kamu sudah memperlakukanNya dengan baik, begitupun sebaliknya

tapi ingatlah,, milikilah pemikiran positif terhadap Rabbmu
setidaknya berpikirlah bahwa kamu adalah orang yang beruntung
kamu menjadi beruntung karena Dia menjadikanmu hambaNya tanpa kamu meminta
begitupun Dia memberikanmu selimut yang melindungimu dari jahatnya dunia dengan ISLAM
dan menjadikan MUHAMMAD sebagai penolongmu dari kebodohan yang membawa kedalam jurang kemurkaan, tanpa kamu pernah memintanya.

Dan...
lagi-lagi memang harus selalu ingat bahwa tak ada lagi yang dibutuhkan, kecuali hanyalah TAHU DIRI  
karena tanpaNya aku hanya tanda tanya yang tak jelas untuk apa setiap nafasku terbuang
karena tanpaNya aku tak pernah tahu sebenarnya untuk apa perjalanan ini??

Sabtu, 31 Agustus 2013

entahlah, aku sendiri tak mengerti

Pertemuan kita sederhana
Bukan berarti tak bermakna 
Hanya berusaha mencari pena
Untuk mengukir cerita baru bersama

tak banyak berkata bukan berarti tak bersua
juga bukan karena memendam rasa
hanya biar cerita, yang bilang aku cinta 
tanpa perlu harus bicara

Indah cerita bukan karena kita terlena
Bukan berarti mengikis nestapa
Tapi mencoba mengukir kata
Menjadi jutaan cerita penuh warna

biar burung itu menyapa
menyaksikan sucinya cinta
bukan sekedar nafsu belaka
melainkan karena Tuhan Yang Maha Cinta 

*ngk ngerti, mau buat puisi cinta malah kaya pantun.. hehee biarkanlah ^_^