Rabu, 04 Juni 2014

Bulan Sya’ban : Perpindahan arah kiblat

Terjadi di tahun ke 2 Hijriyah, Dahulu Rasulullah saw shalat diperintahkan Allah untuk menghadap Baitul Maqdis, tapi disaat itu beliau juga sangat mencintai Ka’bah. Sehingga saat Rasulullah saw di Makkah pun, ketika sholat beliau memilih sholat di posisi selatan Ka’bah (Ketika kita lihat di peta, Baitul Maqdis posisinya di utara sedangkan Ka’bah di Selatan Makkah). Sehingga ketika Rasulullah saw shalat beliau menghadap kepada 2 tempat sekaligus yaitu Ka’bah dan Baitul Maqdis. Hingga pada akhirnya ketika hijrah ke Madinah, terpaksa Rasulullah saw membelakangi Ka’bah untuk sholat menghadap Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa). Posisi Madinah di peta diantara Makkah dan Baitul Maqdis. Dan inilah yang membuat Rasulullah saw menjadi sedih. Sehingga sekitar beberapa belas bulan (menurut beberapa riwayat hadits antara 16-17 bulan) berada di Madinah, hati Rasulullah saw begitu sedih, kenapa harus membelakangi Ka’bah. Sehingga setiap saat Rasulullah saw selalu memandang ke langit dengan wajah penuh harapan kepada Allah swt. Rasulullah adalah seorang hamba yang begitu malu meminta kepada Allah swt, ditambah lagi beliau dicemooh oleh orang yahudi di Madinah. Orang yahudi berkata “lihatlah Muhammad Shalat menghadap ke kiblat kita”.

Sampai suatu ketika Jibril datang dan Rasulullah saw mengadu kepadanya. Berkata kepada Malaikat Jibril a.s “Ya Jibril alangkah indahnya jika kiblat kita dipindah dari kiblatnya orang yahudi, sebab mereka mencemooh aku. alangkah indahnya jika kiblat menghadap kiblatnya Nabi Ibrahim”. Lalu jibril berkata, “Ya Muhammad saya ini bukan siapa-siapa, saya hanya hamba. Apa yang diperintahkan Allah itulah yang saya lakukan”.

Hingga pada akhirnya Malaikat Jibril kembali datang dan berkata kepada Rasulullah saw “engkau ini tidak ada henti-hentinya memandang ke langit dengan penuh harapan. Ya Muhammad saw saat ini harapanmu telah diwujudkan oleh Allah swt, apa yang engkau harapkan telah diberikan oleh Allah swt”. Apa yang sebenarnya Rasulullah saw harapkan? Ya, Rasulullah saw meminta agar kiblat dipindahkan kearah Ka’bah.

Maka saat itu Allah menurunkan firman-Nya didalam Al-Qur’an.
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan QS. Al-Baqarah :144

Lihat betapa Allah begitu memanjakan Rasulullah saw. Padahal bisa saja Allah swt langsung memerintahkah kepada Rasulullah saw, “Ya Muhammad pindah Ke’bah” lalu selesailah urusan. Tapi betapa cintanya Allah swt kepada Rasulullah saw, ayat itu dimulai dengan  ucapan manja untuk Rasulullah saw, “Kami telah melihat wajahmu yang penuh harapan yang senantiasa memandang kearah Ka’bah”.
Manusia yang paling dicintai Allah swt. Apa yang ada dibenaknya (Rasulullah saw), Allah menurutinya. “maka Kami arahkan engkau kepada kiblat yang engkau ridhoi (sukai)” bukan yang Kami (Allah harapkan) tetapi adalah apa yang engkau (Muhammad saw) mau. Begitu besar cinta Allah swt kepada Rasulullah saw, hamba yang paling Allah cintai.

Sudah sepantasnya kita sama-sama belajar dan berusaha untuk mencintai beliau. Berusaha untuk mendapatkan cintanya (Rasulullah saw). Mencintai makhluk yang Allah swt begitu sangat mencintainya.

Allahumma sholi ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa salam

Wallahua’alam bi shawab


Sekilas info : Sampai pada saat ini masih terdapat masjid yang bernama masjid kiblatain (masjid 2 kiblat). Bagaimana saat para sahabat sedang shalat disana, salam riwayat mereka shalat ashar 2 rakaat baru selesai menghadap baitul maqdis, tiba-tiba Rasulullah saw menyerukan, “telah turun perintah Allah kepada kalian untuk menghadap kepada ka’bah.” Maka saat itu mereka memutar arah shalat mereka langsung menghadap kepada kabah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar