Selasa, 15 Desember 2015

Beberapa waktu yang lalu saat sedang mengajar murid kelas dua ku, ada pertanyaan polos darinya. jujur, kaget meski pertanyaan sederhana tetap saja kan harus dijawab dengan bahasa terbaik agar dia mendapat pemahaman yang baik.

Saat itu, kami sedang mempelajari asmaul husna, nama-nama terbaik milik Allah. sampai tiba pada pertanyaan"kak, katanya Allah ngabulin doa kita. kok doa bia ngk dikabul-kabulin sih?". 

Saat pertanyaannya selesai sambil menatapnya dengan tersenyum, refleks yang ku jawab adalah:"emang fadhil berdoa apa"?. dia masih asyik bercerita bahwa dalam sehabis sholat doa selalu berdoa minta agar fokus dalam belajar. aku mengangguk, paham benar bahwa muridku ini memang sulit sekali untuk berkonsentrasi dan fokus dengan apa yang sedang dia pelajari.

"fadhil berdoanya tulus ngk?"

"Bia tulus berdoanya kak, tapi tetep aja ngk bisa fokus kalo belajar."

"ah, bohong kali. ini aja belajarnya ngk sungguh-sungguh. gimana Allah mau kabulin doa Fadhil kalo kamunya aja ngk mau sungguh-sungguh buat belajar." 

"nih, coba liat deh Fadhil lagi baca tentang nama Allah, As-Salam yang artinya Maha Menyelamatkan. Fadhil tau maksudnya ngk?" seperti biasa, fadhil selalu asyik sendiri. seolah orang yang ngk mau belajar, tapi kalo ditanya mau belajar atau ngk, dia selalu jawab mau belajar. Muridku tidak menjawab pertanyaanku, maka aku langsung menjelaskan kepadanya bahwa, 

" Allah itu menyelamatkan orang-orang yang berbuat baik. sekarang kakak tanya, kalo belajar merupakan perbuatan baik bukan?"

"iya"

"nah, belajar itu perbuatan baik, makanya harus sungguh-sungguh. kalo kita sungguh-sungguh, nanti Allah yang akan bantu. dan berdoanya juga harus tulus sama Allah. Allah kabulin doa Fadhil kalo kamu berusaha untuk belajar dengan sungguh-sungguh."

"iya, Bia belajar kak. tadi aja Bia belajar matematika sendiri tanpa disuruh."

"Nah, bagus dong. insyaAllah kalo rajin nanti Fadhil bisa fokus belajarnya. kaka bantuin doa." 



Selasa, 11 November 2014

Indonesia Negeri Pancasila


Banyak dari kita jika ditanya “Apakah kamu cinta Indonesia?” pasti sebagian besar menjawab iya. Indonesia negeri kaya dan tanahnya tumbuh subur memang layak mendapat cinta. Segala apa yang dibutuhkan masyarakat dunia berasal dari negeri ini. Namun rupanya negeri yang telah 69 tahun merdeka ini masih saja belum menyempurnakan kemerdekaan bagi rakyat-rakyatnya, terutama dalam bidang pendidikan. Kata mereka negeri ini menjanjikan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Kata mereka tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Bahkan mereka bilang bahwa seluruh warga Negara wajib melaksanakan pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Dan mereka juga bilang bahwa tujuan penyelenggaraan pendidikan adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi jika kembali berkaca tentang negeri tercinta ini, apakah pendidikan sudah benar-benar terjamah dengan adil sampai ke pelosok negeri? Apakah warga negaranya sudah memiliki akhlak mulia?.
Dewasa ini pelaku pendidikan sedikitnya masih ada yang belum mampu mengimplikasikan makna dari akhlak mulia itu sendiri. Guru harusnya mampu untuk menjadi sosok yang digugu dan ditiru, justru melakukan tindakan yang tidak mencerminkan figur yang baik. Katanya negeri pancasila. Persatuan Indonesia, namun pelajarnya banyak yang menjadi petarung-peratung ulung dan merasa paling jagoan jika mampu mengalahkan seorang yang dianggap musuh. Kemanusiaan yang adil dan beradab, tapi justru banyak sekali hal-hal yang mengerikan di negeri yang masyarakat luar menilai warganya ramah tamah. Negeri ini mulai mengalami yang namanya “hilang identitas”. Sampai akhrinya kita harus mulai mempertanyakan kembali dimana letak nilai-nilai pancasila di kehidupan masyarakat sekarang. Pancasila yang harusnya menjadi dasar dalam berkehidupan, berbangsa dan bernegara baik itu pendidikan, pembangunan, ekonomi maupun yang lainnya ternyata sudah mulai terlupakan.
Kita sepakat bahwa jika ada hal buruk pasti ada juga hal yang baik. Maka harus timbul suatu keyakinan juga jika ada sekelompok manusia yang mulai merusak pasti ada juga yang memperbaiki. Inilah yang akhirnya menggerakkan hati para mereka yang masih memiliki nurani. Yang berani menghidupkan kembali ruh negeri. Mungkin banyak dari kita sudah mendengar yang namanya komunitas Indonesia Mengajar, Kampung Sarjana, Volunteerism Teaching Indonesian Children, taman bacaan, dan pastinya sangat banyak komunitas yang berusaha menjangkau daerah yang tak terjangkau pendidikan. Gerakan semacam ini adalah salah satu bentuk kontribusi nyata untuk membangun negeri yang dilakukan oleh sebagian besar pemuda Indonesia. Bahkan sudah tidak mengherankan lagi bahwa hampir sudah ada kegiatan seperti ini dibeberapa Perguruan Tinggi Indonesia. Salah satunya adalah Universitas Negeri Jakarta sebagai  kampus pendidikan tentu juga memiliki komunitas serupa yang diberi nama Community Development. Pemerintah juga selalu terus mengupayakan program-program terbaik untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 dalam pembelajaran di sekolah-sekolah ataupun program SM3T.
Inilah salah satu usaha anak negeri untuk menghidupkan kembali nilai-nilai pancasila sebagai panduan hidup  bangsa Indonesia, menjadikan pancasila sebagai sumber segala sumber hukum, maupun sebagai falsafah bagi kehidupan bangsanya. Yang paling penting adalah upaya bersama mewujudkan cita-cita bangsa dengan landasan iman dan taqwa dalam mencerdaskan bangsa.

Ketika seorang hamba tak lagi ingat kepada Allah Rabb-nya,, tersesat dalam kebahagiaan dunia yang terbatas masanya,, ketika hukum Tuhan tak lagi dihiraukan seolah hanya angin lalu yang bisa di dengar dan berlalu begitu saja, ketahuilah Tuhan  memperhatikan kelalaian-kelalaian yang seorang hamba lakukan.
Hidup ini pasti sudah kacau jika tanpa-Nya,, bisakah kita bayangkan jika Tuhan memiliki batas kesabaran dengan Dzat-Nya melihat kerakusan dan keterlenaan kita terhadap kekayaan dan jabatan dunia yang fana?
Pernah ngk kita berpikir bahwa musibah datang karena kita yang memancing Allah untuk menurunkan musibah itu sendiri tanpa harus mempertanyakan atau bahkan menyalahkan-Nya tentang apa yang sedang terjadi?
Entah sadar atau tidak, malah tidak jarang kita mengeluh. “Allah Ya Rabbi kenapa hal ini bisa terjadi? Apa salah saya?”. Bisakah untuk hal itupun tak usah mempertanyakannya kepada Tuhan. Padahal kita sendiri tau bahwa  kita terlampau sering membuat suatu kesalahan. Allah ngk pernah salah kasih ketetapan-Nya, yang salah adalah kita (hamba itu sendiri). coba tanyakan kepada diri sendiri, “apa yang telah saya lakukan sehingga Allah menegur saya?”
Allah berfirman dalam Al-Qur’an sebuah pedoman hidup yang luar biasa dalam surah Al-Baqarah : 11-12
albaqarah11.jpg


albaqarah12.jpg



Tak ada lagi batas antara yang hak dan yang bathil, dengan sadar bahkan seorang hamba mampu untuk membalikkan keduanya.
ketika seorang hamba tak ingat lagi kepada murka Rabbnya, apakah ada rasa takut terhadap kematian yang akan menjemputnya?. Kematian yang semakin berjalannya waktu, ia berlari menghampiri usia manusia yang terbatas waktunya.
Mati dan usia itu saling berkejaran. Yang satu ingin berlari sejauh-jauhnya, tapi yang satunya lagi ingin cepat-cepat menghampiri. Ya... itu mereka. Tapi kita banyak buta melihat hal-hal yang seperti itu. Mati dan umur manusia adalah suatu hal ghaib yang diciptakan Allah kepada semua makhluknya. Semuanya rata. Semua sama, dianugerahi dua keghaiban seperti itu. 
Maksiat, dosa dan segala macam bentuk bisikan syetan telah banyak menyebar dalam diri penduduk bumi. Semoga Allah selalu menjaga kita agar tak terjebak dan terkena virus syetan ini dalam diri kita.

Ketika seorang hamba tak ingat semuanya, maka kemanakah tujuan hidupnya?
dan sebuah kata tak selalu mudah saja untuk dikeluarkan. bukan sesuatu yang tak terkendali. lepas begitu saja. ada yang pernah mengajarkan bahwa lidah (ucapan) seorang mukmin itu berada dibelakang hatinya. artinya adalah setiap kita diminta untuk berpikir sebelum bertindak. gunakan perasaan sebelum berbicara. karena ngk pernah ada yang tahu ucapan seseorang kepada orang yang lainnya mungkin saja menyisakan luka yang begitu dalam. ada juga yang pernah bilang, ia salah seorang ulama, aku tak tahu siapa namanya. dia bilang "aku lebih baik berbuat 1000 dosa kepada Allah daripada berbuat 1 dosa (hal yang menyakitkan) kepada orang lain". artinya adalah karena dia tahu bahwa Allah itu Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf. sedangkan manusia, hatinya itu sempit. kapasitas nya terbatas. dia takut satu kesalahan yang tidak mendapat maaf dari orang lain membawanya kepada neraka.

Kamis, 14 Agustus 2014

peralihan blog..
bagi teman-teman yang sekiranya masih mau membaca tulisan saya atau share sesuatu bisa kunjungi laman baru saya di http://dmdani.tumblr.com/ .
terima kasih :)

#SalamSahabat

Rabu, 04 Juni 2014

Bulan Sya’ban : Perpindahan arah kiblat

Terjadi di tahun ke 2 Hijriyah, Dahulu Rasulullah saw shalat diperintahkan Allah untuk menghadap Baitul Maqdis, tapi disaat itu beliau juga sangat mencintai Ka’bah. Sehingga saat Rasulullah saw di Makkah pun, ketika sholat beliau memilih sholat di posisi selatan Ka’bah (Ketika kita lihat di peta, Baitul Maqdis posisinya di utara sedangkan Ka’bah di Selatan Makkah). Sehingga ketika Rasulullah saw shalat beliau menghadap kepada 2 tempat sekaligus yaitu Ka’bah dan Baitul Maqdis. Hingga pada akhirnya ketika hijrah ke Madinah, terpaksa Rasulullah saw membelakangi Ka’bah untuk sholat menghadap Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa). Posisi Madinah di peta diantara Makkah dan Baitul Maqdis. Dan inilah yang membuat Rasulullah saw menjadi sedih. Sehingga sekitar beberapa belas bulan (menurut beberapa riwayat hadits antara 16-17 bulan) berada di Madinah, hati Rasulullah saw begitu sedih, kenapa harus membelakangi Ka’bah. Sehingga setiap saat Rasulullah saw selalu memandang ke langit dengan wajah penuh harapan kepada Allah swt. Rasulullah adalah seorang hamba yang begitu malu meminta kepada Allah swt, ditambah lagi beliau dicemooh oleh orang yahudi di Madinah. Orang yahudi berkata “lihatlah Muhammad Shalat menghadap ke kiblat kita”.

Sampai suatu ketika Jibril datang dan Rasulullah saw mengadu kepadanya. Berkata kepada Malaikat Jibril a.s “Ya Jibril alangkah indahnya jika kiblat kita dipindah dari kiblatnya orang yahudi, sebab mereka mencemooh aku. alangkah indahnya jika kiblat menghadap kiblatnya Nabi Ibrahim”. Lalu jibril berkata, “Ya Muhammad saya ini bukan siapa-siapa, saya hanya hamba. Apa yang diperintahkan Allah itulah yang saya lakukan”.

Hingga pada akhirnya Malaikat Jibril kembali datang dan berkata kepada Rasulullah saw “engkau ini tidak ada henti-hentinya memandang ke langit dengan penuh harapan. Ya Muhammad saw saat ini harapanmu telah diwujudkan oleh Allah swt, apa yang engkau harapkan telah diberikan oleh Allah swt”. Apa yang sebenarnya Rasulullah saw harapkan? Ya, Rasulullah saw meminta agar kiblat dipindahkan kearah Ka’bah.

Maka saat itu Allah menurunkan firman-Nya didalam Al-Qur’an.
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan QS. Al-Baqarah :144

Lihat betapa Allah begitu memanjakan Rasulullah saw. Padahal bisa saja Allah swt langsung memerintahkah kepada Rasulullah saw, “Ya Muhammad pindah Ke’bah” lalu selesailah urusan. Tapi betapa cintanya Allah swt kepada Rasulullah saw, ayat itu dimulai dengan  ucapan manja untuk Rasulullah saw, “Kami telah melihat wajahmu yang penuh harapan yang senantiasa memandang kearah Ka’bah”.
Manusia yang paling dicintai Allah swt. Apa yang ada dibenaknya (Rasulullah saw), Allah menurutinya. “maka Kami arahkan engkau kepada kiblat yang engkau ridhoi (sukai)” bukan yang Kami (Allah harapkan) tetapi adalah apa yang engkau (Muhammad saw) mau. Begitu besar cinta Allah swt kepada Rasulullah saw, hamba yang paling Allah cintai.

Sudah sepantasnya kita sama-sama belajar dan berusaha untuk mencintai beliau. Berusaha untuk mendapatkan cintanya (Rasulullah saw). Mencintai makhluk yang Allah swt begitu sangat mencintainya.

Allahumma sholi ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa salam

Wallahua’alam bi shawab


Sekilas info : Sampai pada saat ini masih terdapat masjid yang bernama masjid kiblatain (masjid 2 kiblat). Bagaimana saat para sahabat sedang shalat disana, salam riwayat mereka shalat ashar 2 rakaat baru selesai menghadap baitul maqdis, tiba-tiba Rasulullah saw menyerukan, “telah turun perintah Allah kepada kalian untuk menghadap kepada ka’bah.” Maka saat itu mereka memutar arah shalat mereka langsung menghadap kepada kabah.

Sabtu, 29 Maret 2014

Inilah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam

sering kali saat kita mencintai seseorang kita selalu
memikirkan dan bertanya - tanya apa orang itu
mencintai kita atau tidak, sibuk mencari - cari
tau.. menelusuri hatinya, lalu saat tau ia tidak
mencintai kita, kita sakit hati dan brusaha
melupakannya dengan perasaan kecewa, Bagaimana
dengan Rasulullah ﷺ yg sangat mencintai kita,
beliau tidak mencari - cari tau apa kita mencintai
Beliau ﷺ atau tidak, beliau tetap MENCINTAI
kita,,, dan saat Beliau ﷺ tau kita tidak
mencintainya apa beliau ﷺ sakit hati dan
melupakan kita, lalu meninggalkan kita dengan rasa
kecewa ??!!! duhai hati yg terus dipandangnya ﷺ,
malulah pada cintanya Rasulullah ﷺ terhadap kita,
jangan sakiti hati Beliau ﷺ berkali - kali saat kita
berkhianat dari mencintai makhluk selain Beliau ﷺ ,
dan jangan biarkan beliau berpaling dari hatimu.
ALLAHumma Shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala
Alihi washahbihi wasallim
renungan hamba si pengemis yg miskin
di waktu israk [06:38] Tereem, Hadramaut

*boleh kopas dari orang lain

Jumat, 28 Maret 2014

For you, FN

Udah banyak bertemen sama orang, banyak juga bersahabat sama muslimah-muslimah kece. Tapi yang kaya 'dia' temen dari SMP itu belum nemu-nemu lagi yang sama/persis sayangnya.
dia bilang, dia agak lemot bahkan dia bilang dia keliatan kaya orang bodoh kalo lagi kumpul sama gue dan temen gue yang satu lagi (kita bertiga temen deket, walaupun kedeketan gue sama dia lebih dari yg lain). Padahal klo dia tau nyatanya ngk gitu, gue malah ngk pernah ngerasa kaya gitu walaupun emang kalo disekolah dulu katanya gue sama temen yang satu lagi lebih pinter tapi gue ngk pernah nganggep dia lebih bodoh dari gue (ngk sama sekali) sayang banget bangeeet sama dia.. gue ngerasain ketulusan seorang sahabat dari dia, gue ngeliat kejujuran dari dia yang ngk gue rasain dari temen-temen yang lain. *nb: temen yg lain, kalian juga punya kelebihan masing2 kok :)

Semenjak SMK kita udah jarang ketemu, karena emang ngk satu sekolah. Gue inget, waktu itu gue pernah terjerumus di SMK gue yang kemarin penyebabnya siapa lagi kalo bukan gara-gara dia. tapi sayangnya dia yang ngejerumusin malah ngk masuk.

Lulus SMK, Allah buat kita tambah jarang ketemu. tapi tetep loh ya ngk ngurangin rasa sayang gue ke dia. Dia pergi ke pesantren, dan gue kuliah keguruan ditambah gue coba ranah baru dengan cara ikut organisasi. Alhasil pas dia ngajak ketemu di hari liburnya dia yang terbatas, sering banget gue malah ngk bisa ketemu dengan alasan bentrok sama jadwal organisasi yang ngk tetap waktunya. Maka itu, kalo ada waktu yang bener2 pas ketemu walaupun itu cuma nemenin dia belanja buat kebutuhan dia dipesantren gue excited banget bersyukur karena seenggaknya gue bisa ketemu dan ngobrol sama dia..

Satu lagi, dia punya satu panggilan buat gue yaitu ENCU.. kalo ngk salah inget, bahkan waktu SMK dia suka manggil temennya encu juga karena kangen ngk bisa manggil gue ENCU lebih sering :D

Ya Allah,, bener-bener sayang sama dia..
Tambah ilmunya karena-Mu, tambah keimanan kami untuk-Mu, tambah kasih sayang kami dalam keridhoan-Mu.. perkuat persahabatan kami dalam surga-Mu..

Setiap orang punya yang namanya teman terbaik, setidaknya sampai saat ini dari sekian banyaknya teman dia merupakan salah satunya. :')

Jumat, 21 Maret 2014

MUHAMMAD (Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam)

Bismillah..
Sesosok manusia biasa yang sempurna imannya
Yang diciptakan oleh Rabb Yang Maha Sempurna
Yang mengajarkan tulusnya arti cinta
Untuk Rabb Sang Maha Pencipta
Mengangkat ketidakberdayaan menuju jalan kemuliaan
Menghapus kelamnya dunia jahiliyah menuju sejuknya tetesan iman
Sesosok manusia yang kelak menghampiri disaat yang lain menyibukkan diri
Yang memiliki ketulusan hati
Yang memiliki murninya kasih
Yang memiliki cinta untuk umat karena Illahi
Yang rela bersujud dihadapan Allah Sang Rabbi demi umat yang dicintai

Nafsi.. nafsi.. tak berlaku bagi dirinya

Ummati.. ummati.. kata cinta yang menjadi perlipur hati, menguatkan diri ini yang belum pernah dipertemukan tapi merasa dirindukan

Senin, 10 Februari 2014

Hamba Allah

Bismillah..
Ketika seorang hamba tak lagi ingat kepada Allah Rabb-nya,, tersesat dalam kebahagiaan dunia yang terbatas masanya,, ketika hukum Tuhan tak lagi dihiraukan seolah hanya angin lalu yang bisa di dengar dan berlalu begitu saja, ketahuilah Tuhan  memperhatikan kelalaian-kelalaian yang seorang hamba lakukan.
Hidup ini pasti sudah kacau jika tanpa-Nya,, bisakah kita bayangkan jika Tuhan memiliki batas kesabaran dengan Dzat-Nya melihat kerakusan dan keterlenaan kita terhadap kekayaan dan jabatan dunia yang fana?
Pernah ngk kita berpikir bahwa musibah datang karena kita yang memancing Allah untuk menurunkan musibah itu sendiri tanpa harus mempertanyakan atau bahkan menyalahkan-Nya tentang apa yang sedang terjadi?
Entah sadar atau tidak, malah tidak jarang kita mengeluh. “Allah Ya Rabbi kenapa hal ini bisa terjadi? Apa salah saya?”. Bisakah untuk hal itupun tak usah mempertanyakannya kepada Tuhan. Padahal kita sendiri tau bahwa  kita terlampau sering membuat suatu kesalahan. Allah ngk pernah salah kasih ketetapan-Nya, yang salah adalah kita (hamba itu sendiri). coba tanyakan kepada diri sendiri, “sebesar apa dosa yang telah saya lakukan sehingga Allah menegur saya? ya Allah ampuni”
Allah berfirman dalam Al-Qur’an sebuah pedoman hidup yang luar biasa dalam surah Al-Baqarah : 11-12
Tak ada lagi batas antara yang hak dan yang bathil, dengan sadar bahkan seorang hamba mampu untuk membalikkan keduanya.

ketika seorang hamba tak ingat lagi kepada murka Rabbnya, apakah ada rasa takut terhadap kematian yang akan menjemputnya?. Kematian yang semakin berjalannya waktu, ia berlari menghampiri usia manusia yang terbatas waktunya.
Mati dan usia itu saling berkejaran. Yang satu ingin berlari sejauh-jauhnya, tapi yang satunya lagi ingin cepat-cepat menghampiri. Ya... itu mereka. Tapi kita banyak buta melihat hal-hal yang seperti itu. Mati dan umur manusia adalah suatu hal ghaib yang diciptakan Allah kepada semua makhluknya. Semuanya rata. Semua sama, dianugerahi dua keghaiban seperti itu. 
Maksiat, dosa dan segala macam bentuk bisikan syetan telah banyak menyebar dalam diri penduduk bumi. Semoga Allah selalu menjaga kita agar tak terjebak dan terkena virus syetan ini dalam diri kita.


Ketika seorang hamba tak ingat semuanya, maka kemanakah tujuan hidupnya?

Sabtu, 08 Februari 2014

Satu Kisah Bersama Hujan

Eh hujan, pas banget buat nulis. Ditemenin sama muratalnya muhammad thaha al-junaid. Bikin keinget masa lalu yang sweet deh pokoknya (hehee.. ini menurut gue loh ya). Kejadiannya pas masih SMK, tapi lupa kelas 2 atau 3kayanya sih kelas tiga. Bareng sahabat, Sarah sama Ani kebetulan yang satunya ngk ikut dalam kisah ini >> colek sasa.
waktu itu sepulang sekolah, kebetulan ujan deres banget (kira-kira mereka inget ngk ya kisah ini?). Kondisinya mau banget pulang, yaa tapi karena hujan kita memutuskan untuk neduh dulu dikoridor sekolah sambil nunggu hujan reda. Lumayan lama nunggunya, sampe akhirnya hujan udah mulai reda dan tinggal gerimis-gerimis kecil. Kita memutuskan untuk jalan ke parkiran, jalan udah mulai becek-becek banjir (hahaa ngk tau deh apa namanya). Banyak genangan air. Kita hampir selalu parkir motor sebelah-sebelahan (Ini motor gue dan sarah, ani waktu itu belum lancar naik motor tapi sekarang.. beeuuh, gw kalah lincahnya kayanya). Pernah inget waktu kita belum lama ketemu, memutuskan untuk jalan-jalan ke triple mall sekaligus. kenapa triple, ya kalo kita orang bekasi pasti tau yaa. mall yang berhadap-hadapan itu (giant, MM, BCP) kebetulan waktu itu hujan deres, akhirnya kita ketahan di Mall (Kondisinya kita parkir di Giant tapi posisi kita lagi di MM) Pas pulang masih gerimis-gerimis yaa lumayan lah bikin baju gue basah, sengaja ngk pake mantel. Dari situlah gue bisa bilang lebihnya dia dari gue, karena dia berani naik motor kenceng dijalanan yang basah dan kondisi yang bisa dibilang hujan. Kalo gue ngk terlalu berani, ngeri soalnya jalanan licin. Nah dari situ deh gue bisa bilang kalo dia lebih lincah dari gue, untuk yang sekarang.
oke back to topic.
Keluar dari parkiran sekolah kita memutuskan untuk lewat bintara (sekolah kita di SMK Negeri 1 Bekasi). Gue lupa deh, waktu itu kita memutuskan untuk kerumah gue atau pulang kerumah masing-masing (kayanya sih point yang kedua). Soalnya biasanya kalo pulang sekolah arah pulang kita beda,  Sarah dan Ani lewat Pondok Cipta yang nantinya nembus-nembus lewat JB alias Jalan Baru, sedangkan gue lewat bintara. Tapi waktu itu kita memutuskan untuk lewat bintara bareng-bareng (iya ngk sih??!).

Sejauh ini jalanan masih aman, keluar Bintara VIII mulai deh gerimis-gerimis lagi sampe akhirnya mulai deh hujannya keroyokan (ngamuk kayanya). Beneran deh deres banget. Jarak pandangpun ngk bisa jauh. Alhasil kita ngendarain motornya ya ngk bisa kenceng karena keterbatasan pandangan (hehee, emangnya kalo ngk ujan berani??). Kita memutuskan untuk nekad aja, males kalo mesti neduh ---lagiii. Akhirnya terjadilah kesepakatan diantara kita bertiga, yaitu kita memutuskan untuk kerumah gue dulu. Karena ada salah satu dari kita yang lagi PMS yang ngk bisa langsung pulang kalo kondisi badan basah mesti naik angkot. Takutnya diangkot dia malah meninggalkan jejak hasil PMSnya itu (kebayang kan?? Eh, jangan dibayangin deh). Hujan bener-bener makin deras. Salahnya, waktu itu gue pake seragam yang bisa dibilang ngk terlalu tebel, alamat nyeplak badan deh untungnya masih pake kaos, yaa walaupun lengan pendek dan ngk menutupi semua badan tapi lumayan lah. Gue  ngk pernah pake  jaket kalo sekolah. Karena menurut gue jarak dari rumah ke sekolah lumayan deket jadi ya ngk mesti pake jaket, helm, dan segala macem perangkatnya. Lanjut lagi kejalan, ada satu hal yang ngk kita “engeh”. Bintara 11 itu kalo hujan dikit aja banjir banget, apalagi ini yang hujan deres. Kita memutuskan untuk mencari jalan lain menuju rumah gue, kita belok masuk bintara 9 ternyata disitu juga udah mulai ada genangan air, mau gimana lagi kita terobos aja. Sumpah deh, inget banget waktu itu hujannya deres dan kayanya butiran air yang jatuh partikelnya gede-gede banget. Karena apa, karena gue ngerasain sakit banget badan gue ketusuk-tusuk air hujan. Apalagi muka gue yang ngk ada pelindungnya sama sekali, beeuuh sakit euy. Kita lewat pondok cipta, udah banjir disana tapi untungnya kita masih bisa lewat. Hujan bener-bener tambah deres. Beneran deh, jalanan itu berkabut banget jarak pandang bener-bener makin terbatas. Setelah lepas dari pondok cipta rupanya hujan udah mulai meredakan tangisnya, tapi masih deres walau ngk sederas sebelumnya. Sampe kita akhirnya belok ke kompleks bansepco (walau rumah gue bukan dikompleksnya, rumah gue masih didalemnya. Disebuah gang terpencil). Sampailah dirumah gue. Kalian tahu, tempat yang pertama kita tuju? Yap, tepat sekali. KAMAR MANDI, kita ngk rebutan masuk ataupun sekaligus masuk bertiga. Ngk seperti itu, kita buat antrian walau rada lupa siapa yang masuk duluan (kayanya Ani dulu baru Sarah, kalo gue pake kamar mandi atas). Gue keruang atas buat bersih-bersih sekalian cari baju buat kedua temen gue ini yang ngk mungkin juga pake baju itu terus-terusan kan sampe pulang. Tapi, ada sedikit kendala nih. Rupanya agak susah cari baju untuk Sarah. Ukuran badan kita ngk beda tipis, kaya gue sama Ani (kita sih bisa dibilang 11-12) tapi kalo sama Sarah (kita kaya 11-14/15) mungkin yaa, hehe piss Sarah. Tenang Sar, lo ngk segede apa yang pembaca pikir kok :D . Setelah dibongkar isi lemari baju gue akhirnya dapet juga baju yang pas buat Sarah. Setelah kita semua membersihkan tubuh, kita memutuskan untuk memasak mie guna menghangatkan diri sambil nginget kejadian yang baru kita alamin. (yang ini bener ngk yaa??? Agak lupa juga sih). Sekian kisah gue dan sahabat tentang hujan. Dan sekarang hujan juga udah berhenti, pas banget ceritanya juga udah abis :)

Senin, 13 Januari 2014

Menjemput cinta-Nya dengan cinta Rasulullah SAW

"Allahumma Sholi alaa Sayyidina Muhammad, Wa aliihi wa shahbihi Wa salim"

Bismillah...
Alhamdulillah, sebentar lagi akan memasuki 12 Rabiul Awal (tepatnya  selasa, 14 Januari 2014) yang sudah kita ketahui  tanggal tersebut merupakan waktu kelahiran manusia istimewa, manusia pembawa rahmat Allah dan manusia yang Allah mencintainya dan ia pun mencintai Rabb-nya. Lahirnya manusia yang NURnya pun sudah ada sebelum penciptaan Adam bahkan sebelum penciptaan semua makhluknya. Begitu istimewanya, bahwa Allah menyandingkan namanya dalam kalimat tauhid “Laillaha illallah, muhammad rasulullulah”. Maka tidak heran, orang-orang yang mencintainya (Nabi Muhammad SAW) serta orang-orang yang sedang berusaha memperdalam cintanya untuk manusia istimewa itu sangat mencintai tilawah, dzikir, dan juga sholawat. Karena, seseorang yang mencintai orang lain maka dia akan mengikuti hal-hal orang yang dia cintai lakukan agar orang yang dicintainya memperhatikannya. Inilah salah satu pembuktian cinta umat kepada Nabi-Nya dengan mengikuti setiap perbuatan yang beliau (Nabi Muhammad SAW). Dan juga, siapapun yang mengaku mencintai Allah apakah tidak mencintai makhluk yang Allah pun sangat mencintainya?. Banyak para ulama yang begitu mencintai Rasulullah sampai membuat syair-syair istimewa untuk manusia yang dicintainya. Dengan bahasa sastra sederhana maupun bahasa yang rumit. Bisa dibilang salah satu cara mereka meluapkan kerinduan untuk manusia istimewa itu yaa dengan cara membuat syair pujian ataupun sholawat. Membaca maulid merupakan cara lain untuk menunjukkan bukti cinta. Sebenarnya tidak ada hal-hal yang menyimpang sedikitpun dari bacaan maulid, karena jika kita mau mempelajarinya maulid merupakan untaian kata yang menggambarkan kelahiran Rasulullah SAW. Mungkin, hanya saja bahasanya yang tidak sederhana dan penuh sastra.
Bukan zamannya menolak sesuatu tanpa kita lihat dulu hal itu baik atau tidak. Insya Allah kita adalah umat yang sudah terlepas dari masa jahiliyah (masa-masa kebodohan). Semoga kita semua tahu benar akan hal itu. Oleh karena itu, disini hanya ingin menshare beberapa maulid yang sering dibaca diberbagai majelis.
a.      Maulid Diba, Karangan al-Imam Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Yusuf bin Ahmad bin Umar Ad Diba`i Asy Syaibaniy, beliau juga dikenal dengan julukan Ibn Diba`
b.      Maulid Simtudhurar, Karangan Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi
c.       Maulid Barjanji, Karangan Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al – Barzanji
d.     Maulid Adh-Dhiya’ulami, Karangan AL-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz ibn Syaikh Abibakar bin Salim.

Maulid-maulid diatas mempunyai kisah yang luar biasa dibalik penulisannya. Semoga Allah memudahkan hati kita dan membukakan jalan pikiran kita untuk senantiasa mau mengenal Maulid dan juga pengarangnya. Karena sejujurnya, jika saya tuliskan tentang pribadi para ulama tersebut. Tulisan ini tak mampu menggambarkan seberapa besar kecintaan mereka kepada Allah dan Rasulullah SAW.

"Allahumma sholi wa salim wa baarik 'alaihi"


Minggu, 12 Januari 2014

friendship

dalam persahabatan, ngk bisa ditentukan siapa  pemimpin dan yang dipimpin (istilahnya "ketua" dan "anggota"). dan persahabatan ngk mencari hal seperti itu. bagi orang yang benar-benar tulus dalam hubungan persahabatannya, mereka tak pernah sedetikpun terbesit hal-hal konyol yang membuat jenjang status diantara pertemanannya karena semuanya sama, sama-sama menjadi pemimpin dan adakalanya menjadi yang dipimpin. bisa dibilang dalam persahabatanlah kita belajar untuk taat kepada Yang Maha Bersahabat dengan cara nasehat & menasehati.
menjadi PEMIMPIN jika kita menemui seorang sahabat melakukan suatu hal yang salah maka tugasnyalah membantu meluruskan kesalahannya itu. menjadi PEMIMPIN ketika tak membiarkan sahabatnya sendiri mengalami masa sulit. karena salah satu ciri pemimpin adalah mereka yang peduli terhadap orang yang ada disekelilingnya.
begitupun menjadi seorang yang DIPIMPIN ketika kita melakukan suatu kesalahan, lalu dia (sahabatmu) menegur kesalahan yang kamu perbuat. menjadi seorang yang DIPIMPIN yang ketika sedang terjatuh maka membutuhkan (sahabatmu) untuk menguatkan. Intinya dalam kamus persahabatan ngk kenal kata EGOIS :)


ngk akan pernah ada habisnya persahabatan yang dijalin dengan keikhlasan untuk saling nasehat menasehati

semoga kita bisa terus menjaga persahabatan yang indah, untuk mendapat kasih sayang dari  Tuhan Sang Maha Indah 

Selasa, 24 Desember 2013

Kabar Rindu

Bengawan solo...
Senandung bahagia dipenghujung fajar
Kala semilir anginnya membawa kabar rindu
Dan alirannya mengajak kepada keteduhan jiwa
Sementara matahari mengintip dengan wajah merona memancarkan kilauan cahaya
Semuanya menyapa, dan tak pernah berhenti memuji karunia Sang Pencipta

Bengawan Solo...
Kala itu ketika rindu  telah menemukan jalannya
Waktu dia tersenyum padaku
Membisikkan alunan lagu
Rindu... Kala itu dia bilang tak ingin melepasku
Meneriakkan isi hati yang tlah tertanam untukku
Membangunkan lamunanku, mengajak hatiku untuk bersama dia mencari ridho Sang Maha Cinta

Bengawan solo...
Ketika Tuhan menitipkan takdirNya diperbatasan senja
Aku tahu bahwa rencana Tuhan itu indah
Seindah saat pertemuan pertama kita
Kala tatap mata tak bersua membisikkan pesan cinta
menjadi saksi bisu atas rencana Dia Sang Pencipta
tentang kita yang tak lagi belenggu pada penghianatan terhadapNya
Semilir anginnya mengantarkan pesan rasa
Mengalirkan sebuah kata
Dia bilang “dia cinta”

Bengawan Solo...
Jawaban untuk penantian panjang dalam sujudku
Menemukan dia yang memperlihatkanku jalan terang menuju halalnya rindu
Sesederhana hati yang menyambut takdir Tuhan untukku
Sesederhana Tuhan menjawab Rindu
Dipenghujung fajar saat tasbih tak berhenti berseru

Untukmu rindu, kutitipkan selembar memori dalam anugerahNya di Bengawan Solo

--- beberapa waktu yang lalu, ini salah satu puisi yang saya ikut lombakan. walaupun belum menang tapi senang bisa berkontribusi

Selasa, 03 Desember 2013

KAMU DAN PELANGI

Jika kamu bertanya apa sebenarnya kamu?
Kamu seperti pelangi yang kedatangannya membawa kebahagiaan orang yang melihatnya
Kamu seperti pelangi yang saat pasukan hujan berhenti dan menghilang kamu justru  datang membawa jutaan warna penuh mimpi
Kamu seperti pelangi yang jarang terlihat tapi selalu dirindukan oleh manusia
Seperti pelangi?? Yaa itu kamu,, benar-benar seperti pelangi
Menghirup aroma namamu cukup membuatku jatuh cinta
Yang terkadang bisa membuat tawa bahagia
Juga mengukir sejuta gulana, tapi tidak untuk nestapa
Sungguh benar-benar buatku jatuh cinta
Jatuh cinta dengan cara sederhana
Sesederhana bulan setia pada bumi
Sesederhana embun dan pagi hari

Sesederhana hatiku memanggil namamu

Senin, 02 Desember 2013

Kemandirian, sebuah budaya yang belum sepenuhnya dimiliki oleh Putra-Putri Pertiwi

Bisakah kita cek semua peralatan yang ada di rumah kita?
Bisakah kita cek semua kendaraan yang ada di ibukota?
Bisakah kita cek semua gadget yang ada di tangan kita?
Lihatlah, coba sekali-kali lihatlah.. adakah yang made in Indonesia? Pasti ada,, yaa ada tapi tak sebanyak milik mereka (asing)
Hampir semua yang rakyat butuhkan sudah difasilitasi oleh mereka. Putra-putri bangsa dibuat bangga dan terlena dengan segala suapan-suapan yang diberikan oleh mereka. Bukankah katanya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya. Jika mau disebutkan, kekayaan alam apa yang dimiliki negara lain sedangkan tidak dimiliki Indonesia? rasanya bisa dihitung dengan hitungan jari. Tanah Indonesia merupakan ladang emas yang tidak akan bisa dimiliki bangsa lain, apapun yang ditanam disana pasti akan tumbuh dengan suburnya. Lautan Indonesia mengandung jutaan mutiara yang memukau dunia. Lantas apa yang menyebabkan Indonesia menjadi sulit untuk bisa menjadi negara maju seperti bangsa lain? Apakah kurangnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa? Ataukah kurangnya wadah yang tersedia untuk para pemuda dalam menyalurkan segala pemikiran-pemikiran berilian yang mereka miliki? Padahal sejak dulu bukankah Indonesia sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan, tapi jika dilihat sampai sekarang gedung-gedung pencakar langit yang berdiri dengan tegaknya didominasi oleh perusahaan asing. Hanya saja mereka mempekerjakan rakyat dengan upah yang tidak sebanding dengan keuntungan yang mereka dapatkan. Jangan sampai opini yang menyatakan bahwa rakyat layaknya seorang pembantu dirumahnya sendiri menjadi suatu fakta yang tak dapat dirubah. Oleh karena itu, kita harus mulai menerapkan budaya mandiri.
Jika ingin menjadi mandiri, maka rakyat harus sama-sama memperbaiki kelemahan-kelemahan yang mereka miliki. Soekarno pernah berkata dalam pidatonya dalam HUT Proklamasi 1966, “Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno).
Itulah yang disampaikan oleh Bapak Bangsa Indonesia, sudah hampir 68 tahun Indonesia merdeka. Usia yang sudah mulai menua namun ungkapan tersebut belum bisa terhapus dari kehidupan bangsa ini. Sekali lagi, bukan berarti putra-putri bangsa tidak sedang berbuat apa-apa. Mereka sedang berusaha untuk menciptakan karya-karya luar biasa yang ingin mereka persembahkan kepada Indonesia. Jika negara bisa mengakui keberadaan dan kemampuan mereka, bukan mustahil Indonesia bisa menguasai dunia. Biarkanlah mereka berjuang untuk dapat menggenggam dunia. Agar kemandirian menjadi sebuah budaya dan identitas baru yang bangsa ini miliki. jangan lupa, pemerintah juga harus memfasilitasi.
“Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak akan merubah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merubah nasibnya sendiri”
Tuhan tidak mengasihani sebuah bangsa yang mengasihani dirinya sendiri, namun Tuhan memberikan kasih sayangNya kepada suatu bangsa jika bangsa itu mampu berusaha dan mengharapkan kasih sayang Tuhan atas usaha yang telah dilakukannya.

Yakinilah, sebutir pasir yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah permata yang memukau dimata dunia. Jika kala itu kita belum menyadari betapa berharganya negeri ini, sekaranglah tugas kita untuk jangan mengulang kesalahan yang sama. Ingat peran PEMUDAlah yang dibutuhkan Indonesia. Sejauh apapun kaki melangkah,sejauh apapun dunia membuat perubahan  jangan pernah melupakan budaya sebagai identitas bangsa. Karena budaya bangsa merupakan benteng yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri. jika benteng itu sendiri tak terjaga maka jangan salahkan kalau mereka bisa masuk kedalam rumah kita sesuka hati. Merubah semua ornamen-ornamen yang ada didalamnya, hingga pada akhirnya kita tak lagi mengenali rumah kita sendiri.

Minggu, 01 Desember 2013

Sujud yang lama tak ku kenali

03.30
Malam sunyi.. gemuruh mengisi.. menjadi teman untukku saat ini
Menanti hujan yang belum ingin turun menemani
Mereka menyapaku dalam sujud yang telah lama tak ku kenali
Damai menjadi saksi bahwa lagi-lagi Allah Rabb-ku membuka jalan untukku kembali
Rasa sakit yang sebelumnya menghampiri rupanya cara Allah memanggilku kembali
Dalam sujud yang rupanya benar-benar dirindukan oleh hati
Bukankah luar biasa cara Allah
Menegur bukan dengan perkataan, tapi menegur dengan cara-Nya sendiri
Karena sejatinya musibah, sakit, kegembiraan itu merupakan cara komunikasi Allah dengan hamba-hambaNya
Walau memang sedikit sekali dari kita yang menyadari

Gembira dilewati sendiri
Sedih malah mencari manusia menjadi penyembuh hati
Sakit mencari dokter yang diharapkan mengobati
Bahkan sering sekali mendzolimi kasih sayang yang Dia beri
Bahasa kasih sayang yang begitu indah
Memberi tahu bukan untuk menyakiti
Melainkan mengetuk pintu hati,, menyadari...
Allah Rabb-ku entah, adakah yang lebih baik dari-Mu?
Kurasa semua makhluk tahu jawabannya
Hanya saja manusia sering sekali tak peduli
Allah Rabb-ku entah, adakah yang lebih lalai dari ku?

Pernah terpikir olehku
Bagaimana Dia membisikkan kata rindu
Rindu meminta hamba-Nya mengadu
Mungkin dari sebuah masalah, penyakit, atau mungkin kegembiraan itu sendiri
Yang sebenarnya ingin Allah Sang Rabbul ‘Alamiin tunjukkan

Dari jutaan cara yang Dia miliki

Jumat, 22 November 2013

perkenalan yang mendatangkan cinta

Bismillah..

Air mata ini ya Rabb,, ampuni kami.. kami hanya merindukannya
Merindukan siraman ruhani dari beliau, merindukan senyum lembut darinya
merindukan tutur kata penyejuk darinya..

Wahai Allah Tuhanku, betapa bersyukurnya aku Kau telah mengizinkanku untuk mengenal dan mencintai beliau

Wahai Allah Rabbku, betapa bersyukurnya aku Kau telah memberikan pintu hidayahMu untukku melalui Beliau

Wahai Allah Tuhanku, betapa bersyukurnya aku selama hampir 3 tahun ini Kau izinkan aku duduk di majelis ilmu yang beliau pimpin

wahai Allah Kau ingat maulid pertamaku, berdzikir bersamanya memuji keAgunganMu menambah kecintaku padaMu


beliau mengajarkan kami bahwa bersholawat kepada nabi-Mu adalah keindahan
beliau mengajarkan kami bahwa memuji ke-AgunganMu adalah kesempurnaan
aku telah menyaksikannya, perjuangan dakwahnya.. baru 3 tahun aku mengenalnya selama itu pula aku tak menemukan wajah penuh kelembutan yang mengingatkanku pada mahabbah kepada-Mu dan rasul-Mu selain dari wajahnya, hingga beliau mengajak kami untuk mengenal sang guru (Al-Habib Umar bin Hafidz) menambah kecintaanku kepada ayah keturunan mereka (Nabi Muhammad SAW)


Guru kami...
nafasnya adalah tasbih untuk-Mu
langkah kakinya untuk menapak Ridho-Mu
ucapannya untuk memuji keAgungan-Mu
berdirinya untuk menegakkan panji dakwah pembawa risalah-Mu
sakitnyapun untuk mahabbah kepada-Mu
baktinya pada sang guru, bukti cinta untuk-Mu dan Rasul-Mu
mengalahkan perputaran waktu yang membunuh setiap sisa nafasnya hanya untuk menegakkan syariat-Mu


Guru kami...
berikanlah sebaik-baik tempatnya bersama para sholihin dan rasulullah
hadirkanlah semangat beliau dalam hati-hati kami untuk meneruskan panji dakwah-Mu 
melalui beliau yang mengajarkan kesempurnaan cinta untuk-Mu dan untuk manusia pilihan (Rasulullah SAW)
kumpulkanlah kami dengan orang-orang yang kami cintai karena Mu.. kumpulkanlah kami bersama Rasulullah dan beliau 

untukmu sang guru Al-Habib Munzir bin Fuad AlMusawa


bahagia mencari ridho Allah bersamamu dan para pecinta lainnya
semoga Allah Ridho dengan apa-apa yang telah banyak kita lalui untuk-Nya
untuk mengharap kasih sayang-Nya

Kamis, 21 November 2013

improper

ngk ada yang mau menjadi pelupa bahkan seorang yang ceroboh.. benar-benar ngk ada yang mau kan??
tapi pernah ngk kita berpikir bagaimana sih perasaan orang-orang itu??
melihat mereka yang dikelilingi oleh pandangan kesal karena kecerobohan mereka
merasakan orang-orang yang terlibat didalamnya marah akan hal yang sedang dibuatnya
merasa benar-benar panik ketika orang lain justru memanfaatkan kecerobohan serta sifat pelupanya dengan mengerjainya

jujur,, hal ini sering saya rasakan
bisa dibilang saya orang yang benar-benar sering lupa bahkan juga ceroboh
kalau boleh memilih, ngk ada keinginanpun untuk saya menjadi pelupa dan ceroboh
kalian tau apa yang kami (pelupa & ceroboh) rasakan ketika harus bolak balik naik turun tangga karena lupa sebuah barang yang akan diambil?
kalian tahu apa yang kami rasakan ketika benar-benar tidak ingat akan benda penting yang kami tinggalkan entah dimana?
kalian tahu apa yang kami rasakan ketika orang-orang itu menyalahkan kami karena sifat kami ini merugikan mereka?
kalian tahu apa yang kami rasakan ketika barang yang kami sering lupa merupakan barang penting yang dipinjamkan oleh seorang teman yang sudah percaya pada kami?
kalian tahu apa yang kami rasakan saat kami mencari-cari barang yang kami lupa tentangnya kalian justru sengaja menyembunyikannya?
kalian tahu apa yang kami rasakan ketika kami berusaha melawan rasa su'udzhan kami kepada kalian yang mungkin saja memanfaatkan kelemahan kami?

sejujurnya rasanya ingin sekali menangis, menangisi kebodohan yang telah kami lakukan
menangis karena tidak bisa mengingat sesuatu yang benar-benar terlupakan itu
rasanya ingin sekali marah terhadap diri sendiri, marah karena kecerobohan yang telah kami lakukan
marah pada kalianpun tidak bisa, yang bahkan malah memanfaatkan kecerobohan saya.. ya karena saya sadar bahwa sepenuhnya itu memang kesalahan saya
hanya berusaha selalu berkhusnuzan kepada kalian bahwa kalian melakukan hal itu hanya untuk mengajari kami untuk lebih berhati-hati