Jumat, 22 November 2013

perkenalan yang mendatangkan cinta

Bismillah..

Air mata ini ya Rabb,, ampuni kami.. kami hanya merindukannya
Merindukan siraman ruhani dari beliau, merindukan senyum lembut darinya
merindukan tutur kata penyejuk darinya..

Wahai Allah Tuhanku, betapa bersyukurnya aku Kau telah mengizinkanku untuk mengenal dan mencintai beliau

Wahai Allah Rabbku, betapa bersyukurnya aku Kau telah memberikan pintu hidayahMu untukku melalui Beliau

Wahai Allah Tuhanku, betapa bersyukurnya aku selama hampir 3 tahun ini Kau izinkan aku duduk di majelis ilmu yang beliau pimpin

wahai Allah Kau ingat maulid pertamaku, berdzikir bersamanya memuji keAgunganMu menambah kecintaku padaMu


beliau mengajarkan kami bahwa bersholawat kepada nabi-Mu adalah keindahan
beliau mengajarkan kami bahwa memuji ke-AgunganMu adalah kesempurnaan
aku telah menyaksikannya, perjuangan dakwahnya.. baru 3 tahun aku mengenalnya selama itu pula aku tak menemukan wajah penuh kelembutan yang mengingatkanku pada mahabbah kepada-Mu dan rasul-Mu selain dari wajahnya, hingga beliau mengajak kami untuk mengenal sang guru (Al-Habib Umar bin Hafidz) menambah kecintaanku kepada ayah keturunan mereka (Nabi Muhammad SAW)


Guru kami...
nafasnya adalah tasbih untuk-Mu
langkah kakinya untuk menapak Ridho-Mu
ucapannya untuk memuji keAgungan-Mu
berdirinya untuk menegakkan panji dakwah pembawa risalah-Mu
sakitnyapun untuk mahabbah kepada-Mu
baktinya pada sang guru, bukti cinta untuk-Mu dan Rasul-Mu
mengalahkan perputaran waktu yang membunuh setiap sisa nafasnya hanya untuk menegakkan syariat-Mu


Guru kami...
berikanlah sebaik-baik tempatnya bersama para sholihin dan rasulullah
hadirkanlah semangat beliau dalam hati-hati kami untuk meneruskan panji dakwah-Mu 
melalui beliau yang mengajarkan kesempurnaan cinta untuk-Mu dan untuk manusia pilihan (Rasulullah SAW)
kumpulkanlah kami dengan orang-orang yang kami cintai karena Mu.. kumpulkanlah kami bersama Rasulullah dan beliau 

untukmu sang guru Al-Habib Munzir bin Fuad AlMusawa


bahagia mencari ridho Allah bersamamu dan para pecinta lainnya
semoga Allah Ridho dengan apa-apa yang telah banyak kita lalui untuk-Nya
untuk mengharap kasih sayang-Nya

Kamis, 21 November 2013

improper

ngk ada yang mau menjadi pelupa bahkan seorang yang ceroboh.. benar-benar ngk ada yang mau kan??
tapi pernah ngk kita berpikir bagaimana sih perasaan orang-orang itu??
melihat mereka yang dikelilingi oleh pandangan kesal karena kecerobohan mereka
merasakan orang-orang yang terlibat didalamnya marah akan hal yang sedang dibuatnya
merasa benar-benar panik ketika orang lain justru memanfaatkan kecerobohan serta sifat pelupanya dengan mengerjainya

jujur,, hal ini sering saya rasakan
bisa dibilang saya orang yang benar-benar sering lupa bahkan juga ceroboh
kalau boleh memilih, ngk ada keinginanpun untuk saya menjadi pelupa dan ceroboh
kalian tau apa yang kami (pelupa & ceroboh) rasakan ketika harus bolak balik naik turun tangga karena lupa sebuah barang yang akan diambil?
kalian tahu apa yang kami rasakan ketika benar-benar tidak ingat akan benda penting yang kami tinggalkan entah dimana?
kalian tahu apa yang kami rasakan ketika orang-orang itu menyalahkan kami karena sifat kami ini merugikan mereka?
kalian tahu apa yang kami rasakan ketika barang yang kami sering lupa merupakan barang penting yang dipinjamkan oleh seorang teman yang sudah percaya pada kami?
kalian tahu apa yang kami rasakan saat kami mencari-cari barang yang kami lupa tentangnya kalian justru sengaja menyembunyikannya?
kalian tahu apa yang kami rasakan ketika kami berusaha melawan rasa su'udzhan kami kepada kalian yang mungkin saja memanfaatkan kelemahan kami?

sejujurnya rasanya ingin sekali menangis, menangisi kebodohan yang telah kami lakukan
menangis karena tidak bisa mengingat sesuatu yang benar-benar terlupakan itu
rasanya ingin sekali marah terhadap diri sendiri, marah karena kecerobohan yang telah kami lakukan
marah pada kalianpun tidak bisa, yang bahkan malah memanfaatkan kecerobohan saya.. ya karena saya sadar bahwa sepenuhnya itu memang kesalahan saya
hanya berusaha selalu berkhusnuzan kepada kalian bahwa kalian melakukan hal itu hanya untuk mengajari kami untuk lebih berhati-hati

cinta

Bahasa cinta yang kau ajarkan untukku

Bukan dengan lisanmu yang mengungkapkannya, tapi karena kelembutanmu dan kasih sayangmu yang membuatku sadar akan hal itu..

Bahasa cinta yang kau ajarkan itu jauh lebih lembut

Bukannya justru memaksa, tapi menuntunku dan mengajak hatiku untuk berjalan bersama dalam mencintai karena-Nya dan Rasul-Nya

Untukmu sang guru yang Allah telah membukakan pintu hidayah-Nya untukku

Rasa cintaku tak bisa aku buktikan dengan banyaknya air mata yang telah aku keluarkan untuk menangisi kepergianmu

Tapi rasa cintaku adalah meneruskan apa yang telah kau lakukan untuk agama Allah, berusaha mewujudkan mimpimu membentuk kota SAYYIDINA MUHAMMAD SAW bersama kawan-kawan dan bersama para kekasihmu


Untukmu guruku,, sampaikanlah kepada Allah bahwa aku dan semua muslim/ah pengharap rahmat-Nya agar kelak dikumpulkan bersamamu dan juga Rasulullah SAW