Selasa, 11 November 2014

Ketika seorang hamba tak lagi ingat kepada Allah Rabb-nya,, tersesat dalam kebahagiaan dunia yang terbatas masanya,, ketika hukum Tuhan tak lagi dihiraukan seolah hanya angin lalu yang bisa di dengar dan berlalu begitu saja, ketahuilah Tuhan  memperhatikan kelalaian-kelalaian yang seorang hamba lakukan.
Hidup ini pasti sudah kacau jika tanpa-Nya,, bisakah kita bayangkan jika Tuhan memiliki batas kesabaran dengan Dzat-Nya melihat kerakusan dan keterlenaan kita terhadap kekayaan dan jabatan dunia yang fana?
Pernah ngk kita berpikir bahwa musibah datang karena kita yang memancing Allah untuk menurunkan musibah itu sendiri tanpa harus mempertanyakan atau bahkan menyalahkan-Nya tentang apa yang sedang terjadi?
Entah sadar atau tidak, malah tidak jarang kita mengeluh. “Allah Ya Rabbi kenapa hal ini bisa terjadi? Apa salah saya?”. Bisakah untuk hal itupun tak usah mempertanyakannya kepada Tuhan. Padahal kita sendiri tau bahwa  kita terlampau sering membuat suatu kesalahan. Allah ngk pernah salah kasih ketetapan-Nya, yang salah adalah kita (hamba itu sendiri). coba tanyakan kepada diri sendiri, “apa yang telah saya lakukan sehingga Allah menegur saya?”
Allah berfirman dalam Al-Qur’an sebuah pedoman hidup yang luar biasa dalam surah Al-Baqarah : 11-12
albaqarah11.jpg


albaqarah12.jpg



Tak ada lagi batas antara yang hak dan yang bathil, dengan sadar bahkan seorang hamba mampu untuk membalikkan keduanya.
ketika seorang hamba tak ingat lagi kepada murka Rabbnya, apakah ada rasa takut terhadap kematian yang akan menjemputnya?. Kematian yang semakin berjalannya waktu, ia berlari menghampiri usia manusia yang terbatas waktunya.
Mati dan usia itu saling berkejaran. Yang satu ingin berlari sejauh-jauhnya, tapi yang satunya lagi ingin cepat-cepat menghampiri. Ya... itu mereka. Tapi kita banyak buta melihat hal-hal yang seperti itu. Mati dan umur manusia adalah suatu hal ghaib yang diciptakan Allah kepada semua makhluknya. Semuanya rata. Semua sama, dianugerahi dua keghaiban seperti itu. 
Maksiat, dosa dan segala macam bentuk bisikan syetan telah banyak menyebar dalam diri penduduk bumi. Semoga Allah selalu menjaga kita agar tak terjebak dan terkena virus syetan ini dalam diri kita.

Ketika seorang hamba tak ingat semuanya, maka kemanakah tujuan hidupnya?
dan sebuah kata tak selalu mudah saja untuk dikeluarkan. bukan sesuatu yang tak terkendali. lepas begitu saja. ada yang pernah mengajarkan bahwa lidah (ucapan) seorang mukmin itu berada dibelakang hatinya. artinya adalah setiap kita diminta untuk berpikir sebelum bertindak. gunakan perasaan sebelum berbicara. karena ngk pernah ada yang tahu ucapan seseorang kepada orang yang lainnya mungkin saja menyisakan luka yang begitu dalam. ada juga yang pernah bilang, ia salah seorang ulama, aku tak tahu siapa namanya. dia bilang "aku lebih baik berbuat 1000 dosa kepada Allah daripada berbuat 1 dosa (hal yang menyakitkan) kepada orang lain". artinya adalah karena dia tahu bahwa Allah itu Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf. sedangkan manusia, hatinya itu sempit. kapasitas nya terbatas. dia takut satu kesalahan yang tidak mendapat maaf dari orang lain membawanya kepada neraka.

Kamis, 14 Agustus 2014

peralihan blog..
bagi teman-teman yang sekiranya masih mau membaca tulisan saya atau share sesuatu bisa kunjungi laman baru saya di http://dmdani.tumblr.com/ .
terima kasih :)

#SalamSahabat